Haruskah SDM Daerah Merantau? :

Haruskah SDM Daerah Merantau?

Pembangunan SDM berbasis potensi daerah menjadi kunci masa depan sebuah daerah.


Albicia Hamzah
Praktisi Promosi Daerah
Konsultan SDM dan HRD
Alumnus Teknik Sipil UMS 1998
Penulis buku Menjadi Surakartan

 

Haruskah sumber daya manusia (SDM) di daerah terus merantau, lantaran perekonomian di tanah kelahirannya tidak cukup bisa diandalkan untuk tumbuh, berkembang, bahkan menjemput cita-cita? Haruskan generasi berbakat milik daerah terpaksa harus terus merantau, karena kompleksitas tata kelola potensi SDM?

Pertanyaan-pertanyaan serupa itu terus muncul, seiring perkembangan teknologi informasi yang terus meningkat dan semakin mampu menyiasati faktor jarak antar-wilayah. Pilihan merantau, dahulu masih sangat memungkinkan. Namun kini, cara pandang itu bisa saja berubah.

Terlebih, SDM unggul tidak hanya berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menentukan kualitas kehidupan sosial, kesejahteraan masyarakat, serta daya saing daerah, nasional, hingga di tingkat global. Dalam menghadapi transformasi ekonomi dan teknologi yang begitu cepat, peran SDM menjadi semakin strategis.

Berbagai negara maju telah membuktikan bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi sangat ditentukan oleh kualitas SDM-nya. Oleh karena itu, betapa penting memperkuat sistem pengembangan SDM agar dapat bersaing di pasar global dan berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan, peningkatan kualitas SDM menjadi penggerak utama bagi stabilitas dan daya saing. Di sisi sosial, peningkatan kualitas SDM berdampak langsung pada kesejahteraan. Ketika masyarakat memiliki akses terhadap pendidikan, pelatihan, dan pekerjaan layak, tingkat kemiskinan dan pengangguran akan menurun.

Hal ini menciptakan kondisi sosial yang lebih stabil dan inklusif. Program peningkatan kualitas pendidikan yang diinisiasi pemerintah daerah dan swasta berkontribusi besar terhadap terciptanya masyarakat mandiri dan berdaya saing tinggi.

Lebih jauh lagi, peningkatan kualitas SDM berperan penting dalam memperkuat status sosial. SDM berpendidikan dan berkarakter cenderung lebih terbuka terhadap perbedaan, berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial, serta berkontribusi bagi pembangunan komunitasnya.

Ketika sumber daya manusia memiliki empati sosial yang tinggi, kolaborasi lintas sektor akan terbangun dengan lebih mudah. Pada akhirnya, SDM unggul tidak hanya menjadi aset ekonomi, tetapi juga fondasi moral dan sosial yang menopang ketahanan bangsa.

Banyak SDM daerah berkeputusan untuk merantau demi memperbaiki taraf hidup, mencari pengalaman, dan menuntut ilmu. Merantau dianggap sebagai proses pendewasaan, pembentukan karakter mandiri, serta upaya membangun jaringan pertemanan baru.

Semua itu ditempuh, disebabkan kesempatan yang ada di daerah tidak sebesar di perantauan. Apa saja yang sebaiknya dilakukan agar generasi potensial di daerah tidak harus merantau? Terutama tidak dilepaskan dari strategi pemerintah agar SDM daerah mampu mengelola daerahnya sendiri berfokus pada peningkatan kapasitas, kewenangan, dan pemberdayaan berbasis potensi lokal.

Kebijakan Memberdayakan

Tidak dapat dipungkiri, peningkatan kapasitas melalui pelatihan dan pendidikan. Dengan intensitas dan ketepatan gelaran pelatihan, studi banding, dan pendidikan untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan sikap aparatur serta masyarakat setempat, kian besar kemungkinan menahan generasi bertalenta untuk tidak merantau.  Pelatihan mencakup kompetensi teknis, kepemimpinan, dan keorganisasian.

Secara garis besar, kualitas SDM dapat ditingkatkan melalui pendidikan yang inklusif, pelatihan berbasis kebutuhan industri daerah, serta pengembangan keterampilan yang relevan dengan era sekarang. Sinergi antara kebijakan publik, inovasi pendidikan, serta dukungan dunia industri diharapkan menciptakan tenaga kerja profesional dan berdaya saing tinggi.

Selanjutnya, praktik optimal dari penguatan otonomi dan kebijakan lokal. Pemberian kewenangan penuh kepada pemerintah daerah untuk membuat kebijakan lokal, mengelola Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta merancang pembangunan yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan spesifik daerah dapat dioptimalkan untuk memberdayakan generasi muda.

Dalam operasionalnya, diperlukan pemetaan dan pendataan SDM daerah. Pendataan profil dan potensi SDM secara mendetail dapat dijadikan basis pemetaan kebutuhan pengembangan dan penempatan tenaga kerja sesuai keahliannya.

Merespons era informasi yang semakin masif, dibutuhkan pemberdayaan teknologi dan keterampilan digital. Pemerintah seyogianya berfokus pada peningkatan keterampilan digital dan adaptasi teknologi agar SDM daerah dapat mengelola potensi daerah secara efektif.

Tidak lupa, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan potensi lokal. SDM UMKM sedemikian rupa difasilitasi agar mandiri secara ekonomi dan mampu mengelola sumber daya setempat.

Dapat ditengarai dengan baik bahwa pembangunan SDM berbasis potensi daerah menjadi kunci masa depan sebuah daerah. Tanpanya, daerah akan kehilangan generasi muda bertalenta, setiap saat. Mereka akan terus merantau demi memperbaiki taraf hidup, karena kebijakan pemerintah di daerah yang kurang memberinya ruang untuk tumbuh.

Ketika SDM berkualitas sedikit demi sedikit memilih untuk merantau, dapat dipastikan, pertumbuhan daerah tersebut akan terhambat. Sumber daya yang melimpah tidak tergarap dengan baik, karena tidak ada yang benar-benar mampu mengelolanya. Bila pun ada yang berusaha mengelolanya, tentu saja dijalankan dengan relatif apa adanya.

Seperti jamak dipahami, tempatkan SDM yang tepat untuk pekerjaan yang tepat. Sewaktu SDM yang ada tidak cocok dengan pekerjaan atau beban yang dibutuhkan sebuah daerah untuk berkembang, niscaya berbagai macam masalah akan bermunculan.


Berita Terkait

Mungkin Anda Tertarik