Bila Rekrutmen PPPK Guru Berkurang, Akan ke Mana Calon Guru SD?
/ Opini
Sebagian mahasiswa pendidikan sejak awal berharap menjadi guru ASN melalui jalur PPPK atau CPNS.
Murfiah Dewi Wulandari
Kaprodi Pendidikan Guru SD
Universitas Muhammadiyah Surakarta
Belakangan, muncul rumor tentang rencana pemerintah yang akan mengurangi rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru. Pemerintah lalu hendak mengutamakan para guru honorer yang telah mengabdi dalam waktu tertentu untuk diproses menjadi PPPK.
Bagi sebagian calon guru, pengurangan rekrutmen PPPK dianggap sebagai tantangan besar. Karena berarti semakin sempitnya peluang untuk memperoleh pekerjaan tetap di sekolah negeri. Tidak dapat dipungkiri, banyak calon guru berharap untuk memperoleh kesempatan menjadi aparatur negara di bidang pendidikan diangkat menjadi PPPK.
Kondisi ini perlu dipahami secara bijak agar calon guru tidak hanya berfokus pada keterbatasan peluang, tetapi juga mampu melihat berbagai kesempatan yang dapat dikembangkan di tengah perubahan kebijakan pemerintah.
Bagi calon guru, kebijakan pengurangan formasi PPPK tentu menimbulkan rasa ketidakpastian terhadap masa depan profesi guru. Sebagian mahasiswa pendidikan sejak awal memang memiliki harapan untuk menjadi guru Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui jalur PPPK atau Calon Pegawai Negeri Sipili (CPNS).
Ketika formasi dikurangi, muncul kekhawatiran mengenai peluang kerja yang semakin terbatas. Hal ini dapat memengaruhi motivasi sebagian calon guru dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.
Meskipun pengurangan formasi PPPK menjadi tantangan, kondisi tersebut tidak berarti menutup seluruh peluang bagi calon guru. Dunia pendidikan saat ini terus berkembang dan membuka banyak kesempatan baru yang dapat dimanfaatkan oleh calon pendidik.
Salah satu peluang terbesar adalah berkembangnya sekolah swasta dan lembaga pendidikan nonformal. Sekarang, banyak sekolah swasta yang terus meningkatkan kualitas pendidikan dan membutuhkan guru yang profesional, kreatif, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Sekolah swasta mampu menawarkan fasilitas dan pengembangan karier yang kompetitif bagi guru.
Program Unggulan Sekolah Swasta
Kian hari, kian banyak sekolah swasta menawarkan program unggulan, seperti kelas bilingual, pendidikan berbasis karakter, pembelajaran berbasis teknologi, hingga pengembangan bakat dan minat peserta didik. Kini, sekolah swasta mampu mencetak prestasi akademik maupun nonakademik yang lebih tinggi dibandingkan sekolah negeri.
Persaingan yang semakin ketat menuntut calon guru untuk memiliki kompetensi tambahan, seperti kemampuan bahasa asing, penguasaan teknologi pendidikan, keterampilan komunikasi, serta kemampuan membuat media pembelajaran inovatif. Dengan kompetensi yang unggul, peluang untuk memperoleh pekerjaan di bidang pendidikan akan semakin terbuka.
Tantangan lain, yakni meningkatnya tuntutan kompetensi guru di era modern. Saat ini, guru tidak hanya dituntut menguasai materi pembelajaran, tetapi juga harus mampu memanfaatkan teknologi, memahami karakter peserta didik, serta menciptakan pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Dalam kondisi persaingan yang semakin ketat, calon guru yang tidak memiliki kompetensi unggul akan semakin sulit bersaing di dunia kerja.
Masyarakat juga memiliki harapan yang lebih tinggi terhadap kualitas pendidikan. Guru diharapkan tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga mampu menjadi teladan, pembimbing, dan pengembang karakter peserta didik. Oleh karena itu, calon guru harus mempersiapkan diri dengan keterampilan yang lebih luas agar mampu memenuhi kebutuhan pendidikan masa kini.
Selain itu, perkembangan teknologi digital membuka peluang baru dalam bidang pendidikan. Calon guru kini dapat mengembangkan karier sebagai tutor daring, pembuat konten edukasi, pengembang media pembelajaran, maupun pengajar pada platform pendidikan digital. Pembelajaran berbasis teknologi semakin berkembang sejak masyarakat terbiasa menggunakan media digital dalam proses belajar mengajar.
Calon guru memiliki peluang pula menjadi wirausahawan di bidang pendidikan. Bila ditelisik, banyak peluang usaha yang berkaitan dengan dunia pendidikan, seperti membuka bimbingan belajar, kursus keterampilan, layanan pendidikan anak, hingga pengembangan aplikasi pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa profesi pendidik tidak lagi terbatas hanya menjadi guru di sekolah formal.
Terobosan PGSD UMS
Pendidikan merupakan salah satu sektor penting dalam pembangunan bangsa. Dalam proses pendidikan, guru memiliki peran utama sebagai pendidik, pembimbing, dan pembentuk karakter peserta didik. Keberadaan guru yang profesional dan berkualitas menjadi kebutuhan penting dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.
Di tengah perubahan kebijakan pemerintah, kemampuan beradaptasi menjadi hal yang sangat penting bagi calon guru. Dunia pendidikan akan terus mengalami perubahan sesuai perkembangan zaman dan kebutuhan Masyarakat. Untuk itu, calon guru harus memiliki semangat belajar sepanjang hayat agar mampu mengikuti perkembangan tersebut dan meningkatkan kompetensinya.
Perguruan tinggi sebagai lembaga pencetak calon guru memiliki peran penting dalam mempersiapkan lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja. Mahasiswa pendidikan perlu dibekali tidak hanya dengan kemampuan pedagogik, tetapi juga keterampilan teknologi, kepemimpinan, kreativitas, kemampuan berwirausaha, dan kemampuan Bahasa Inggris.
Karenanyalah, Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (PGSD FKIP UMS) akan membuka kelas bilingual untuk mempersiapkan mahasiswa agar berpeluang mengajar di sekolah yang membuka kelas bilingual atau International Class Program (ICP). Kelas bilingual tersebut memiliki standar dan bersertifikasi internasional, sehingga nantinya dapat bekerja di sekolah-sekolah luar negeri.
